LATHIFAH

download file doc.x

LATHIFAH

Mengetahui nafs sangat penting bagi tiap-tiap manusia. Karena, barang siapa yang mengenal dirinya, maka ia akan mengenal Tuhannya. Maksudnya, barang siapa mengenal dirinya dari sisi kerendahannya, kelemahannya, dan kefanaanya, maka ia akan mengenal Tuhannya dari sisi kemuliaan-Nya, kekuasaan-Nya.

Dan Nafs lathifah adalah ruh sebelum berhubungan dengan jasad. Dan Allah menciptakan ruh sebelum menciptakan jasad. Dan ruh adalah jauharyang menyinari kehidupan. Ketika ruh menyinari dhohir dan bathinnya badan, maka akan menghasilkan kehidupan. Ketika hanya menyinari bathin saja, maka seperti halnya orang yang tidur. Ketika ruh telah terputus menyinari kesemuanya, maka yang terjadi adalah kematian.

Pokok kemaksiatan, syahwat dan syirik berkaitan dengan nafs. Begitu juga dengan ketaatan, ridlo dan musyahadah.

Dan nafs memiliki tujuh tingkatan, yang pertama An-Nafs Al-Amarah. Nafsu yang lebih banyak melekat kepada watak dan memerintahkan kepada hal-hal yang menyenangkan yang dilarang oleh syari’at. Dan nafs ini hanya akan menumbuhkan akhlak yang buruk, seperti sombong, hasud, dan lain-lain.

Yang kedua adalah An-Nafs Al-Lawwamah, yaitu nafs yang menyinari dengar cahaya hati. Nafs yang akan membuat akal berfikir dan merasakan penyesalan disaat melakukan kemaksiatan.

Yang ketiga adalah An-Nafs Al-Muthma’innah, yaitu nafs yang menyinari dengan cahaya hati hingga menghilangkan sifat-sifat buruk. Dan tempatnya adalah permulaan kesempurnaan.

Yang keempat adalah An-Nafs Al-Mulhamah, yaitu nafs yang Allah akan memberikan ilham berupa ilmu, tawadhu’, qona’ah, dan kedermawanan. Dan nafs ini akan menumbuhkan rasa sabar dan syukur.

Yang kelima adalah An-Nafs Ar-Rodliyyah, yaitu nafs yang ridlo akan semua yang berasal dari Allah dan menumbuhkan rasa selamat dan merasa ladzat  dengan merasakan kedekatan kepada Allah.

Yang keenam adalah An-Nafs Al-Mardliyyah, yaitu nafs yang diridloi oleh Allah dan menampakkan keridloan Allah didalamnya. Seperti ikhlas, karomah dan dzikir. Dan pada tingkatan ini seseorang akan mencapai tingkat ma’rifat kepada Allah dan tampak pada perilakunya berupa tajaly.

Yang ketujuh adalah An-Nafs Al-Kamilah, yaitu nafs yang mencapai tingkat kesempunaan. Dan nafs ini akan memerintahkan untuk kembali kepada para hamba untuk menunjukkan mereka serta menyempurnakan mereka. Derajat mereka berada pada tingkatan tajaly, atau terbukanya dinding penghalang yang membatasi manusia dengan Tuhan, baik dari asma-asma-Nya maupun sifat-sifatNya.

Nafs dan lathifah sangat erat kaitanya. Ketika seseorang melakukan pembahasan mengenai nafs, maka secara tidak langsung membahas mengenai lathifah.

Sedangkan lathifah sendiri adalah sebuah kelembutan yang dimiliki manusia sebagai programmer manusia itu sendiri.

Dan tujuan mengetahui lathifah untuk mempermudah manusia mencapai kesempurnaan sebagai manusia.

Ada 7 lathaif/lathifah yang terdapat pada tubuh manusia :

lathifah adalah sebuah kelembutan yang dimiliki manusia sebagai programmer manusia itu sendiri.

Dan tujuan mengetahui lathifah untuk mempermudah manusia mencapai kesempurnaan sebagai manusia.

Ada 7 lathaif/lathifah yang terdapat pada tubuh manusia :

Yang pertama, Latifat al-qalb, tingkatan hati, ada di bawah wewenang Adam as, karena ini melambangkan aspek fisik dari hati. Sinarnya berwarna kuning. Di sini letaknya sifat-sifat syetan, iblis, kekufuran, kemusyrikan, ketahayulan dan lain-lain, letaknya dua jari dibawah susu sebelah kiri

Yang kedua, Latifat as Sirr (Ruh), tingkatan rahasia, ada dibawah wewenang Nuh AS dan Ibrohim AS. Sinarnya berwarna merah. Di sini letaknya sifat bahimiyah (binatang jinak) menuruti hawa nafsu, letaknya dua jari dibawah susu sebelah kanan

Yang ketiga, Latifat Sirr as Sirr , maqam rahasia dibalik rahasia yang berada dibawah wewenang Musa as dimana mereka melambangkan Hadirat Ilahi di muka bumi ini. Musa telah diberkahi dengan pendengaran dan perkataan pada Tuhan, 2 atribut penting dalam Pengetahuan. Sinarnya berwarna putih. Di sini letaknya sifat-sifat syabiyah (binatang buas) yaitu sifat zalim atau aniaya, pemarah dan pendendam, letaknya dua jari diatas susu sebelah kiri

Yang keempat, Latifat al-khafi, maqam tersembunyi dibawah wewenang Isa a.s atas pengetahuan tersembunyi.Beliau melambangkan pengetahuan hikmah. Sinarnya berwarna hitam. Di sini letaknya sifat-sifat pendengki, khianat dan sifat-sifat syaitoniyah, , letaknya dua jari diatas susu sebelah kanan

Yang kelima, Latifat al Akhfa, maqam paling tersembunyi, dibawah Realitas Muhammad saw karena beliau dianugerahi sebuah maqam tinggi diatas seluruh Nabi dan utusan-utusan- Nya. Beliau yang dinaikkan pada malam Isra’ Mi’raj menuju Hadirat Ilahi. Ini melambangkan kalimat suci sebagai kesaksian keimanan dalam : “Tidak ada tuhan selain Allah.” dilanjutkan “Muhammad adalah utusan Allah.” Sinarnya berwarna hijau. Di sini letaknya sifat-sifat robbaniyah yaitu riya’, takabbur, ujub, suma’ dan lain-lain, letaknya ditengah-tengah dada

ini adalah 5 lathaif utama. Dan 2 lathaif tambahan lainnya adalah:

Latifat nafsi an natiqo, Di sini letaknya sifat-sifat nafsu amarah banyak khayalan dan panjang angan-angan, letaknya tepat diantara dua kening

Latifat kullu-jasad, Di sini letaknya sifat-sifat jahil “ghaflah” kebendaan dan kelalaian, letaknya diseluruh tubuh mengendarai semua aliran darah kita yang letak titik pusatnya di tepat ditengah-tengah ubun-ubun kepala kita

Reverensi :

–          Mohammad Amin Al-Kurdy, Tanwir al-Qulub, Dar el-Fikr.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s