Harapan

“Berharap pergi dan menoba untuk melakukan yang lain, tapi hatiku telah mati. Tubuhku telah rapuh.  Mimpiku hancur, hidupku tak terarah. ,meninggalkan sesuatu yang seharusnya kumiliki”.

Panas terik menambah tekadku yang sempat surut. Semangat yang dulu selalu kuharapkan. Dan kini, saat semuanya hancur, aku sadari, bisakah ku merubah segalanya. Atau…. tak kan pernah bisa sama sekali.

Aku masih menatap bangunan yang berdiri kokoh dihadapanku. Menatap tiap tiang yang masih berdiri sebagai saksi atas orng-orang yang telah berkorban untuk membuka pemikiran, dan melahirkan manusia yang tangguh sebagai manusia seutuhnya. Bangnan yang telah memberi aku segalanya, teman, pelajaran, dan cinta. Namun, kini semua hanya tinggal kenangan, bangunan yang kokoh itu kini telah sepi. Banyak peristiwa yang tak kumengerti, hingga bangunan sekolahan ini harus menjadi korbannya.

Kepalaku menunduk seakan mencari sisa-sisa kenangan yang tertinggal. Namun kini yang tampak hanya bangunan kosong yang meninggalkan banyak peristiwa.

Aku mencoba heningkan diri, mencoba untuk mendengar tawa masa lalu yang pernah kumiliki. Namun, yang terdengar hanyalah teriakan caci maki tiap orang kepadanya.

Air mataku melaju turun tak terbendung, mengenang kisah laki-laki itu yang berkorban demi pendidikan dan harus menerima caci maki yang harusnya diberikan kepada orang lain.

Oh, wjah tua itu tiba-tiba hadir dipelupuk mataku. Air mataku kini mengalir lebih deras. . .

Yang terdengar kini hanya tangisanku sendiri…….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s